Tarra » Blog » Saat Siaran Radio, Mengatur Nafas Itu Perlu. Ini Caranya

Saat Siaran Radio, Mengatur Nafas Itu Perlu. Ini Caranya

- Tarra Blog |

Penyiar radio adalah sebuah profesi yang hingga saat ini masih diminati banyak orang. untuk menjadi seorang penyiar radio profesional ada yang mudah melakukannya adapula yang butuh usaha supaya bisa mewujudkannya.

kecuali bagi pembaca yang terlahir dengan memiliki suara bagus atau radio voice, calon penyiar perlu memenuhi beberapa hal supaya bisa menjadi penyiar yang profesional sebut saja; wawasan, selera humor serta tentu saja selera musik.

Anggap saja kriteria menjadi penyiar profesional sudah anda penuhi, sekarang kita coba bahas mengatur Nafas saat siaran Radio. Dalam proses siaran radio, pendengar tentunya ingin mendapatkan informasi atau mendengarkan suara penyiar yang enak didengar.

faktor penentu bagi penyiar saat siaran ialah cara bernafas. penyiar perlu sekali memerhatikan secara serius bagaimana mengatur nafas saat siaran radio.

Mengatur Nafas disaat siaran Radio

Berikan pendengar suara terbaik anda. Sama halnya dengan penyanyi atau aktor/aktris, penyiar pun mesti selalu well-performed saat bekerja. untuk mampu memberikan yang terbaik kepada pendengar, seorang penyiar mesti dapat mengatur dirinya se-rileks mungkin.

jikalau anda selalu tegang, biasanya pada bagian leher, atau tenggorokan anda seperti tercekik alias tight throat serta pundak anda kaku serta gejala lain yang menjadikan anda tegang maka jangan harap bisa memberikan yang terbaik bagi pendengar Anda.

bagaimana agar bisa rileks disaat siaran radio? Caranya dengan peregangan dan pernafasan. Mekanismenya, aturlah nafas anda. Buatlah naskah siaran dengan mengatur titik dan koma supaya memberi ruang anda untuk mengatur nafas dengan tepat.

supaya nafas bisa bekerja dengan baik saat melakukan siaran radio, maka atur sikap sikap badan dan diafragma anda. hal ini bisa dilatih, dengan cara meratakan jari tangan dan tekan diafragma (rongga antara dada dan perut).

Mengatur Nafas saat siaran Radio

Saat anda mulai dengan suara rendah, tekanlah diafragma anda tersebut dengan tangan. Jauhkan mulut anda dari mikrofon saat menarik nafas. Ingat, saat anda menarik nafas jangan sampai ‘mengudara’.

Nah, apabila anda telah menguasai penampilan terbaik ketika siaran radio, jangan puas sampai di sini. lakukan terus latihan dan evaluasi. Minta hasil suara anda kepada music director atau operator yang menemani Anda.

Ini perlu sebagai bahan anda saat mengevaluasi suara dan nafas. Dalam bereksperimen, cobalah anda lakukan siaran dengan posisi badan dan mikropon yang berbeda, setelah itu pilih mana yang terbaik.

Sumber : pragita.com

DKI Jakarta, Indonesia